Kembali ke Daftar Acara

Lebaran yang Berbeda: Ketika Nenek Sriningsih Tak Lagi Bersama Kami

Oleh bagas-pramono · 20 Sep 2026 06:22

Lebaran yang Berbeda: Ketika Nenek Sriningsih Tak Lagi Bersama Kami

# Lebaran yang Berbeda: Ketika Nenek Sriningsih Tak Lagi Bersama Kami

Ada sesuatu yang berbeda pada Lebaran kali ini.

Rumah masih sama.
Suara takbir masih terdengar.
Ketupat, opor, sambal goreng, dan berbagai hidangan Lebaran masih tersaji di meja.

Keluarga masih berkumpul.

Namun, ada satu sosok yang tidak lagi berada di tengah-tengah kami.

Nenek Sriningsih.

Kepergian Nenek membuat suasana Lebaran terasa berbeda. Bukan karena rumah menjadi sepi, tetapi karena ada satu bagian dari kebersamaan itu yang selama bertahun-tahun selalu hadir, dan kini tidak lagi bisa kami temui secara langsung.

 

## Sosok yang Selalu Ada di Setiap Lebaran

Lebaran bagi keluarga kami bukan hanya tentang salat Id, baju baru, makanan, atau saling bermaafan.

Lebaran adalah tentang berkumpul.

Dan dalam kebersamaan itu, Nenek Sriningsih hampir selalu menjadi salah satu sosok yang ada di dalamnya.

Ada wajahnya di antara anggota keluarga yang datang bersilaturahmi.
Ada suaranya di tengah percakapan.
Ada nasihatnya yang kadang sederhana, tetapi selalu memiliki makna.

Dulu, mungkin kami menganggap semua itu sebagai sesuatu yang biasa.

Setiap Lebaran datang, Nenek ada.

Karena selalu ada, kami mungkin tidak pernah membayangkan bagaimana rasanya sebuah Lebaran tanpa kehadiran beliau.

Sampai akhirnya, hari itu benar-benar datang.

 

## Ketika Tempat Itu Terasa Kosong

Pada hari raya, keluarga kembali berkumpul.

Satu per satu datang.
Salam dan pelukan kembali terjadi.
Tawa kembali terdengar.

Tetapi di tengah ramainya suasana, ada perasaan yang sulit dijelaskan.

Seolah-olah ada satu tempat yang kosong.

Bukan sekadar tempat duduk.

Melainkan tempat yang selama ini ditempati oleh seseorang yang sangat berarti bagi keluarga.

Tempat Nenek Sriningsih.

Kami mungkin masih bisa duduk bersama di ruang yang sama.

Namun, kebersamaan itu tidak lagi sepenuhnya sama.

Tidak ada lagi suara Nenek yang kami tunggu.

Tidak ada lagi kesempatan untuk menyapa beliau secara langsung.

Tidak ada lagi momen sederhana yang dahulu mungkin terasa biasa, tetapi sekarang justru menjadi sesuatu yang sangat kami rindukan.

 

## Ternyata Momen Sederhana Begitu Berharga

Kehilangan seseorang sering membuat kita menyadari bahwa kenangan terbesar tidak selalu berasal dari peristiwa besar.

Kadang justru berasal dari hal-hal sederhana.

Duduk bersama.

Makan bersama.

Berbincang tentang keluarga.

Mendengar cerita yang mungkin sudah pernah kita dengar berkali-kali.

Mendapat nasihat yang dahulu mungkin hanya kita dengarkan sambil lalu.

Saat seseorang masih bersama kita, semuanya terasa biasa.

Tetapi ketika orang itu sudah tidak ada, hal-hal sederhana tersebut berubah menjadi kenangan yang sangat berharga.

Begitulah yang kami rasakan terhadap Nenek Sriningsih.

 

## Lebaran Tetap Datang, Tetapi Rasa Itu Berubah

Lebaran akan selalu datang setiap tahun.

Takbir akan kembali berkumandang.

Keluarga akan kembali berkumpul.

Makanan akan kembali tersaji.

Foto keluarga mungkin akan kembali diambil.

Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah sama.

Karena setiap kali keluarga berkumpul, kami akan teringat kepada seseorang yang dahulu selalu menjadi bagian dari momen itu.

Nenek Sriningsih.

Mungkin kami akan berkata,

"Seandainya Nenek masih ada, pasti suasananya akan lebih lengkap."

Kalimat sederhana itu mungkin akan muncul berulang kali dalam hati kami.

Bukan untuk menolak kenyataan, tetapi karena rasa rindu memang tidak selalu membutuhkan kata-kata.

 

## Kenangan yang Akan Kami Bawa

Meski Nenek tidak lagi dapat hadir secara fisik di tengah keluarga, bukan berarti kehadirannya benar-benar hilang.

Ada kenangan yang tetap tinggal.

Ada cerita yang terus kami ceritakan kepada generasi berikutnya.

Ada nasihat yang masih kami ingat.

Ada kebiasaan yang mungkin tanpa sadar masih kami lakukan.

Dan ada nilai-nilai keluarga yang akan terus kami jaga.

Dengan cara itulah, sebagian dari Nenek akan tetap hidup dalam perjalanan keluarga kami.

Karena seseorang mungkin telah pergi dari dunia ini, tetapi kasih sayang dan kebaikan yang pernah ia berikan tidak ikut pergi.

Ia tinggal dalam ingatan orang-orang yang pernah menyayanginya.

 

## Untuk Nenek Sriningsih

Nek, Lebaran tahun ini terasa berbeda.

Kami berkumpul, tetapi kami merasakan ada yang kurang.

Kami tertawa, tetapi sesekali teringat kepada Nenek.

Kami menikmati hidangan Lebaran, tetapi ada kerinduan yang tidak dapat digantikan oleh makanan apa pun.

Kami mungkin tidak dapat lagi melihat Nenek duduk bersama kami.

Tidak dapat lagi mendengar suara Nenek.

Tidak dapat lagi memeluk Nenek ketika hari raya tiba.

Tetapi kami akan terus mengingat Nenek.

Kami akan terus menceritakan tentang Nenek kepada anak-anak dan cucu-cucu yang mungkin kelak hanya mengenal Nenek melalui cerita.

Agar mereka tahu bahwa pernah ada seorang perempuan bernama Sriningsih, seorang nenek yang menjadi bagian penting dari perjalanan keluarga kami.

Dan bahwa dahulu, setiap Lebaran terasa lebih lengkap karena Nenek ada di sana.

 

## Lebaran Tahun Ini

Mungkin inilah salah satu pelajaran terbesar dari kehilangan.

Bahwa kebersamaan yang kita miliki hari ini adalah sesuatu yang sangat berharga.

Maka ketika keluarga masih dapat berkumpul, mari kita nikmati.

Ketika orang tua masih ada, mari kita datangi.

Ketika nenek dan kakek masih bersama kita, mari kita duduk dan berbincang bersama mereka.

Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya sebuah kebersamaan.

Karena suatu hari nanti, mungkin kita akan kembali duduk di tempat yang sama.

Keluarga masih berkumpul.

Tetapi satu per satu kursi akan mulai kosong.

Dan yang tersisa adalah kenangan.

Selamat Hari Raya, Nek.

Lebaran tetap datang.

Keluarga tetap berkumpul.

Tetapi kami tahu, ada satu sosok yang akan selalu kami rindukan di setiap Lebaran:

Nenek Sriningsih.

Semoga Allah mengampuni segala kesalahan Nenek, menerima amal ibadahnya, melapangkan tempatnya, dan menempatkan Nenek di tempat terbaik di sisi-Nya.